Jabon (Anthocephalus cadamba) dan banyak tanaman penghasil kayu lainnya (sengon/albasia, jati dan tanaman kayu keras lainnya) tumbuh pada tanah alluvial lembab di pinggir sungai, dan di daerah peralihan antara tanah rawa dan tanah kering, yang kadang-kadang digenangi air. Selain itu, dapat juga tumbuh dengan baik pada tanah liat, tanah lempung, podsolik coklat, tanah tuf halus atau tanah lempung berbatu yang tidak sarang. Jenis ini memerlukan iklim basah hingga kemarau kering di dalam hutan gugur daun dengan tipe curah hujan A dan D, mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl ( dari permukaan laut).
Usaha budidaya ( agribisnis) kayu jabon (Anthocephalus cadamba) dan kayu keras lainnya kini banyak dilakukan bagi pemenuhan penyediaan kayu, tanpa lagi harus menebang hutan. Tanaman kayu, seperti umumnya tanaman asal habitat tumbuhnya, hutan, memerlukan kandungan humus maupun pupuk organik kompos. Khususnya saat pembibitan dan pada media tanam, biji perlu masukan humus (organik) cukup dan demikian saat tahun pertama di kebun, keperluan dosis pupuk tablet Gramalet khusus HTI, hanya 30 gram/ ph/ tahun. Material organik bisa dipenuhi oleh hasil olahan sendiri sementara unsur hara kandungan lengkap bisa diperoleh dari pupuk sintetis, salah satunya tablet Gramalet formula tanaman HTI/Kayu. Itulah yang dibahas Sonson Garsoni, dalam pertemuan bisnis ‘Kayu Jabon dan Pengembangan Organik’ di Kadin Prov Riau di Pekanbaru ( 28 Juni 2010), guna membuka cakrawala peluang usaha berbasis pelestarian lingkungan.
Kayu jabon, sebenarnya juga tanaman kayu lain (sengon/albasia) diprediksi memiliki prospek yang sama-sama menguntungkan. Sayangnya, sengon (Paraserianthes falcataria), akhir-akhir ini tersudutkan oleh seringnya mengalami serangan penyakit, dikenal masyarakat sebagai karat Puru atau Karat Tumor (gall rust). Penyebab penyakit karat puru pada tanaman sengon laut, yaitu jamur karat (Uromycladium tepperianum (Sace.) McAlp.). Jamur ini bisa berkembang biak hanya dari 1 inang saja, yaitu tanaman sengon laut dalam seluruh siklus hidupnya. Penyakit ini ditunjukan oleh munculnya bintil-bintil kecil di salah satu cabang atau ranting. Serangan penyakit ini sangat mematikan, kalau sudah ada gejala itu, maka potong segera cabang itu, kemudian kuburlah, agar dengan itu tidak menyebar. Kerugian investor dan petani tanaman kayu diperparah oleh cuaca ekstrim, tingginya intensitas hujan maupun kecepatan angin, menaikan kelembaban dan penyeboran fungi lebih cepat oleh tiupan angin. Penyakit karat puru pada pohon sengon menyerang areal tanaman sengon seluas 150.000 hektare di Jawa Timur dan mengakibatkan potensi kerugian yang sangat besar ( Badan Penelitian dan Pengembangan, Dephut RI, 2010).

Rekomendasi diatas kini banyak dilakukan para petani sengon di Ciamis, Tasikmalaya, Cilacap, Boyolali dan banyak daerah pertanaman sengon lainnya dengan hasil menggembirakan. Tanaman, dengan masukan hara lengkap (Nitrogen, Posfor, Kalium, Magnecium, Calcium, Sulfur) dan unsur mikro ( Fe, Zn, Mn, B, Bo, Cl), sebagaimana antaranya terdapat pada tablet Gramalet formula HTI/ Kayu, akan memiliki vigor yang kuat dan berkemampuan menangkal penyakit. Terlebih bentuk tablet, dengan dibenamkan pada 15 hingga 20 cm, ditepi tajuk (canopy), sangat cocok bagi lokasi tanam bagi tanaman kayu, yang umumnya berada di lahan miring. Penguapan dan pencucian oleh air permukaan terhindarkan, unsur hara dalam pupuk dapat diserap sepenuhnya oleh mulut akar tanaman.
Pada kondisi bebas dari serangan penyakit, kedua jenis tanaman kayu ini sama-sama memberikan prospek pendapatan yang tinggi. Jika 1 pohon ( usia 5 th)= 1 m3, dan kini berharga Rp 1,2 jt, maka proyeksi pendapatan dari penjualan tanaman kayu/ Ha = 500 pohon/ Ha ( jarak tanam 5 x 4) x Rp 1,2 juta, setara 600 jt. Padahal, biaya/ Ha berupa bibit Rp 5000/ ph + biaya perawatan 1 th ke I sekitar Rp 1,3 jt, tidak terbayangkan jika invetasi ratusan Ha. Disamping keuntungan ekonomi, penanaman jabon, sengon/ albasia dan aneka kayu keras lainnya, dari setiap Ha nya sekaligus juga mampu menyumbang oksigen bagi kebutuhan 1000 manusia lain di bumi. Diketahui, 1 pohon memberi oksigen bagi 2 orang manusia. Mengusahakan tanaman kayu jabon dan albasia, suatu peluang agribisnis menarik, sekaligus ikut berperanan dalam mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global*)
Topik terkait pupuk tanaman kayu (sengon/albasia, jabon),
Pupuk dan Pemupukan: Sanitasi dan Pupuk kandungan Unsur Hara Lengkap, Hindarkan Resiko Penyakit Tanaman Kayu







ya dulu, sblm banyak terkena penyakit, sengon laut menjadi primadona setelah sebelumnya warga lebih mengenal mahoni sebagai tanaman utama. Tetapi karena waktu tanam yang lebih lama, 20 tahun, perlahan-lahan posisi mahoni tersisihkan oleh albasia yang dapat dipanen lebih cepat, hanya tiga sampai empat tahun. Pasarnya pun lebih terbuka dan mudah, baik untuk kepentingan warga lokal, maupun yang diambil oleh pembeli.
Moga jamur karat puru tak balik lagi kalau bisa diatasi dengan cara dan teknologi yang benar.
Bagai mana cara pemesanan pupuk gramalet hub email saya neng_sum@yahoo.com
pembelian pupuk tablet Gramalet cukup sms kan ke marketing, 0815 7252 7115, atau lihat info di katalog online, klik http://www.kencanaonline.com kemudian sampaikan jumlah dan lokasi kirim.
semua membicarakan penanaman dan pemupukan sampai dengan keuntungan yg didapat, apakah ada yg mau membeli, maaf jangan katanya yach. sapa yang mau membeli, gk ada tuch, kebanyakan promosi cara menanam sari awal sampai akhir, jg beli kagak ada.
@Pak Anonim diatas ane
Udah nanem belum Pak? kalau belum nanem kok udah mikir mau jual :D.
banyak kok pak yg mau beli.