Pendapatan Usaha Instalasi Mini Produksi Kompos

Kerusakan lingkungan sudah makin terasa memberatkan warga secara individu, banjir bisa menghabiskan harta benda, tanah rusak juga mengurangi pendapatan bagi keluarga yang mengandalkan budidaya pertanian, iklim memanas juga mengharuskan keluarga mengeluarkan biaya pembelian pendingin. Keadaan ekonomi warga makin berat menghadapi masa depan kehidupan pendidikan anak cucu mereka. Selain karena biaya hidup dan pendidikan yang semkin tinggi, lahan yang dimiliki sebagai salah satu pendapatan keluarga, seringkali kurang produktif sehingga mengurangi pendapatan. Dampak dari kerusakkan lingkungan ini ambil bagian dalam penurunan produktifitas lahan.

Pemberdayaan masyarakat oleh program peduli dari perusahaan atau corporate dalam bentuk CSR (Perusahaan), LM3, Rumah Kompos ( oleh Kementrian Pertanian) maupun PNPM bisa memilih dengan membangun mini Instalasi Produksi Pupuk Kompos Kota (IPKK) Mini guna mendukung pengembangan kewirausahaan sosial ( social entrepreneurship). Target program  pengembangan ekonomi, melalui pengolahan sampah, bisa dilakukan oleh koperasi, UKM, pesantren, kelompok tani, PKK, Karang Taruna Pemuda, dll. Mini IPKK menghasilkan sekitar 100 kg pupuk kompos dan 2 botol @ 500 ml pupuk kompos cair (organik)  per hari, dengan nliai penjualan  pupuk kompos dan pupuk organik cair Rp 180 rb/hari atau Rp 5,4 jt/ bln.

Investasi diperlukan bagi pengadaan 5 unit Roler kompos sekitar Rp 15,750.000,-  terdiri dari 5 unit Roler Kompos ditambah dengan peralatan penunjang kerja ( sekop, pot siram, sealer pengemasan kompos dan hot gun pengemas botol plastik). Kebutuhan modal kerja bahan Rp 12,500/ hari ditambah biaya pengadaan kemasan pupuk kompos dan cair. Mini IPKK ini lumayan memberi penghasilan kelompok swadaya masyarakat atau pemuda memulai usaha disamping manfaat bagi pelestarian lingkungan. 

Mini IPKK bisa juga sebagai  pelengkap fasilitas bagi perusahaan rekanan dari proyek jasa kebersihan instansi pemerintah, gedung perkantoran, hotel dan bohwier pemberi kerja kebersihan lainnya.

Bagi usaha jasa kebersihan (cleaning services), para kontraktor dengan memiliki Mini Instalasi IPKK ini akan lebih menguntungkan karena merupakan tambahan dari penjualan hasil olah sampah dari lokasi yang menjadi target kebersihannya. Mini  IPKK juga menjadi sangat menarik ketika diusahakan sekaligus bersamaan dengan jasa pertamanan dan penjualan bibit tanaman hias. Salah satu model Mini IPKK yang tengah dan sudah dijalankan diantaranya di Pulisen Boyolali, Rumbai Pekanbaru dan Balonggede Bandung.

1 komentar untuk “Pendapatan Usaha Instalasi Mini Produksi Kompos”

  1. Pembangunan industri kompos ini tidak bisa dilakukan secara besar-besaran seperti kalau membangun pabrik pupuk urea atau ZA. Industri kompos akan berskala kecil dengan volume produksi sekitar 5.000 ton per pabrik per tahun. Nilai investasi pabrik tersebut juga hanya sekitar Rp 100.000.000,- Omset per tahunnya kurang-lebih Rp 500.000.000,- Tetapi untuk komoditas padi dan jagung di seluruh Indonesia, diperlukan sekitar 6.000 pabrik kompos skala 5.000 ton tersebut.

Komentar ditutup.