Produksi Kompos Mandiri, Modal Sukses Pertanian Organik

Banyak pertanyaan komoditi apa yang bagus untuk usaha di bidang pertanian ? Kami jawab, semua yang diperlukan atau bermanfaat bagi manusia akan menguntungkan. Syaratnya, kuasai 4 (empat) aspek yakni (a). sarana produksi ( benih, pupuk), (b) budidaya, (c). pasar, dan ( d) penunjang ( sumber pembiayaan, alat, teknologi).

Penguasaan ke 4 ( empat) aspek itu membuat sukses dalam pertanian organik nampak pada pengelolaan Farming system, yakni bisa menentukan input ( pupuk organik kompos dibuat sendiri dengan gunakan teknologi Biophoskko, menentukan kalkulasi biaya tanpa didikte industri pupuk), punya fasilitas rak display ( shelves) sendiri di gerai penjualan ( sehingga  menetukan harga kepada konsumen tanpa bergantung pada perantara).  

 Contoh Tangkolo Farm di Sukabumi (Kiki Rezky), Pro Agri Makmur Lembang ( Mr. Suda) dan Bambang Farm di Banjaran (Bambang) membuktikan itu. Tangkolo Farm, karena services level yang bagus, akhirnya mendapatkan fasilitas shelves di gerai Hero dan memasok ke berbagai gerai dg label merk dan kemasan sendiri. 

Pro Agri Makmur (PAM) Farm menjual langsung (ekspor) ke Pasir Panjang wholesale market dengan mengisi organic shop di berbagai lokasi pasar induk Singapura tersebut, sementara Bambang Farm menjual beras sehat BerSeka dalam kemasan dan ber merk ke instansi dan kantor2 di Bandung pada harga ditentukan sendiri tanpa bergantung pada perantara lagi.


Berkembangnya pertanian sebagai usaha ( agribisnis) dengan mengelola limbah dijadikan sarana produksi ( kompos) dalam metoda pertanian organik, memberi harapan suatu saat Indonesia bisa gantikan impor aneka hasil pertanian atau, bahkan bisa kuasai pasar ekspor. Inilah solusi atasi masalah pemasaran karena persaingan harga dengan produk pertanian impor yang kini membanjiri gerai dan pasar dalam negeri.

Hal berbeda ketika petani, yang secara tradisional, mengusahakan sawah dan menjual hasilnya bentuk gabah. Selama hasil sawah dijual berupa gabah,

sementara konsumen mencari beras; atau, petani jual per karung, sementara ibu-ibu ke pasar beli 1 ikat; atau, petani jual di kebun, sementara lain pengusaha catering (konsumen) atau restoran inginnya produk sampai di lokasi usahanya, selama pola demikian berlangsung, petani akan bergantung terus pada perantara. 

Jika ingin menentukan biaya sarana produksi dan memenuhi persyaratan konsumen di pasar, bertanilah dengan menerapkan efisiensi bisnis cara usaha tani ( agri bisnis) ala Tangkolo Farm, Pro Agri Makmur (PAM Farm) atau Bambang Farm- agar dengan itu bisa sukses sekaligus memberi inspirasi kepada banyak orang.

6 komentar untuk “Produksi Kompos Mandiri, Modal Sukses Pertanian Organik”

  1. Produk organik segar (sayur dan buah) biasanya berpenampilan tak sempurna. Kadang ditemukan beberapa lubang bekas gigitan ulat, tapi berwarna lebih tajam. Untuk buah, biasanya berwarna lebih menonjol dan tak mengilat. Mengilat adalah tanda buah itu sudah di-wax atau dilapisi lilin agar awet selama penyimpanan.

    Bila hasil produk organik tidak diberi label organik, tentu sulit bagi orang awam untuk membedakannya dengan produk yang anorganik. Untuk itu, Anda memang harus lebih mengandalkan perbedaan fisik produk organik dengan yang anorganik.

    Lubang-lubang di antara lembar daun sayuran biasanya disebabkan pertanian organik tak menggunakan pestisida untuk mengatasi hama. Namun meski dihiasi lubang-lubang, penampilan sayuran hijau organik umumnya berwarna lebih menarik, tajam, dan segar.

Komentar ditutup.