Biometan hasil pemurnian Biogas dari bahan sampah dan Tinja sebagai sumber Energi dan Pupuk Organik


Lebih dari 20.000 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan masing-masing memiliki ribuan santri, dapat berperan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan upaya pemanfaatan sumber energi alternatif sekaligus menjaga sanitasi lingkungan. Dalam banyak hal, pesantren menjadi referensi sikap dan perbuatan bagi sebagian besar masyarakat, terutama di pedesaan.  
Besarnya populasi manusia di suatu komplek terkonsolidasi sebagaimana suatu pesantren tentu menghasilkan limbah dan sampah, termasuk juga limbah individual manusia yakni kotoran manusia (tinja). Tanpa pengelolaan secara baik, limbah dengan aneka jenis timbulan sampah ini akan memberikan masalah pada memburuknya sanitasi lingkungan. Itu pula yang selama ini seolah menjadi ikon kalau pesantren identik dengan kondisi kumuh, kotor dan yang kemudian melahirkan berbagai cap buruk pada pesantren. Padahal, berkat berkembangnya ilmu mikrobiologi, motor bakar, elektronik dan kimia, kini telah memberikan solusi bagi masalah buruknya liingkungan dengan merobah limbah, sampah dan kotoran manusia (feces) sebagai sumber energi baru terbarukan.   
Pemanfaatan energi dari hasil pengolahan kotoran manusia, sampah, biomassa, maupun kotoran hewan bagi masyarakat di lingkungan pondok pesantren sangat strategis bagi upaya mengembangkan desa mandiri energi dan pupuk melalui kepeloporan lembaga pendidikan pesantren. Walaupun, dilain pihak, disadari masih terkendala adanya pemahaman fiqh benda najis dan mutanajjis bagi beberapa ulama pengasuh pesantren,. berbagai forum Bahtsul Masa’Il  sering diadakan khusus guna menjawab masalah gas yang dihasilkan dari bahan-bahan najis (tinja). .

Pondok Pesantren Riyadlul Ulum di Condong Cibeureum Tasikmalaya adalah salah satu pondok dengan jumlah santri lebih dari 2500 orang, sebuah angka yang “cukup” untuk memproduksi biogas dari tinja, sampah sisa makanan, serasah halaman dan biomassa lainnya yang terdapat di lingkungan pesantren seluas 5 Ha sekitar 125 m3 biogas per hari.
Dalam kaitan kepentingan membuat percontohan pengolahan tinja menjadi energi listrik dan pupuk, serta sebagai kegiatan rintisan karena masih terbatasnya dana, baru disiapkan instalasi guna mengolah tinja dan sampah dengan Biogas Digester BD 3000L berkapasitas 3000 liter/ hari, yang dengan itu diharapkan membangkitkan sekurangnya 4,6 m3 biometan/hari. Besaran 4,6 m3/hari gas metan sebagai hasil pemurnian biogas, akan cukup memberikan daya nyala kompor yang setara dengan 2 kg gas elpiji (LPG) atau berkemampuan menyalakan genset pembangkit listrik 1000 Watt selama 4 jam terus mnenerus.

Biogas hasil fermentasi anaerobik dengan bakteri metagenesis GP-7 ini, yang kemudian dimurnikan dengan methane purifier 12135 ini akan menghasilkan komposisi metan (CH4) tinggi > 70%, yang dengan kualitas itu bisa dijadikan bahan bakar bagi kompor masak memasak di dapur secara stabil dan juga dijadikan bahan bakar menggerakkan generator atau mengganti BBM premium. 


Perolehan hasil listrik dari biogas murni (mendekati kandungan CH4 100 %) bisa menggerakkan genset Bio Elektrik 1000 watt secara terus menerus selama 4 hingga 5 jam atau setara dengan 5 KWH (kilo watt hour). Ketika digunakan pada kompor, biogas murni sebanyak itu bisa menyalakan kompor lebih dari 7 jam.
Lumpur (sludge) yang keluar dari output chamber digester digunakan sebagai pupuk kolam, menghidupkan jasad renik dan plankton, sebagai pakan alami terbaik bagi ikan. Dan, makanan ikan pun, kini, bukan lagi material kuning seperti sebelumnya, melainkan plankton. Rasa ikan dari kolam jadi enak dan higienis, dapat dimasak dengan gas kompor gratis, membuat belajar santri yang diterangi listrik lebih khu’su, dan lingkungan pun memiliki sanitasi sesuai standar kesehatan. Biometan hasil pemurnian Biogas dari bahan sampah dan Tinja sebagai sumber Energi dan Pupuk Organik+)

11 komentar untuk “Biometan hasil pemurnian Biogas dari bahan sampah dan Tinja sebagai sumber Energi dan Pupuk Organik”

  1. Kl kotoran binatang si g t'laluj d soal kl djadiken pu2k tp kl kotoran manusia masa mw djadiin pu2k

  2. Saya setuju sekali jika energi alternatif diberikan tempat serta keseriusan yang lebih besar. Sayang sekali seperti yang kita semua tahu bahwa kebanyakan pemerintah di seluruh dunia lebih tertarik pada solusi mudah.

  3. mantap sekali pak sanson, seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh rakyat kita…. sukses { di senduro lumajang jatim, kami telah buat biogas berbahan baku kotoran ternak dan sludge nya / limbah dari digester kita buat untuk tambahan utama pelet pakan ikan , secara komersial sangat bagus, kita bisa tekan harga lebih dari 40 % dari harga pabrikan besar }… sukses pak.

  4. PakSonson G. sya sngat-2 tertarik dgn pnemuan ini walo di Bantul Jateng sdh prnh di ujicoba oleh anak-2 (KKN) dri UGM tp bru mlayani unt memasak 5 rmh mlalui pipa. Saudara2-ku di Ds. Gn.Sari, Kal.Ngeposari, Kec.Semanu, Kab. Gn.kidul, Wonosari DIY, disna ada 400KK yg ber-SepticTank, berharap proyek smacam ini, Pak. Syukur-2 Bpk bsrta rombongan survey kesna. Trmakasih.

  5. justru kotoran manusia pemakan aneka jenis ( herbivora dan carnivora) lebih lengkap kandungan nutrisi dlm pupuknya dari sumber kohe binatang. Sapi yg hanya pemakan tumbuhan aja sdh bagus kok, hehehe……….

  6. menarik sekali artikel pengolahan tinja jadi listrik dikembangkan di pesantren. Di daerah kami, kotoran manusia di pesantren masa dimasukan ke kolam ikan, padahal ikannya kan dimakan, Apa tidak najis tuh ?…..nah jika dibuat listrik, baru lumpurnya jadi pupuk kolam, itu baru luar biasa………..

  7. Selain menghasilkan gas-gas mudah terbakar (combustible gases) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, instalasi biogas juga menghasilkan limbah padat dan cair. Limbah padat dapat diolah menjadi kompos dengan cara dijemur dan dikemas sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Limbah cair (sludge) lebih sulit diolah sebab selain volumenya besar, slurry tidak dapat disimpan terlalu lama karena akan menimbulkan bau menyengat sementara apabila dibuang langsung ke lingkungan dapat menyebabkan pencemaran.

    Slurry dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan diolah menjadi pupuk organik cair. Menurut Suzuki et al (2001) dalam Oman (2003), sludge yang berasal dari biogas (slurry) sangat baik untuk dijadikan pupuk karena mengandung berbagai macam unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan seperti P, Mg, Ca, K, Cu dan Zn. Kandungan unsur hara dalam limbah (slurry) hasil pembuatan biogas terbilang lengkap tetapi jumlahnya sedikit sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dengan penambahan bahan lain yang mengandung unsur hara makro dan penambahan mikroorganisme yang menguntungkan seperti mikroba penambat nitrogen.

  8. Perusahaan Daerah, elok sekali jika pasar membangun instalasi Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk mengolah sampahnya langsung hasilkan bahan bakar bagi warung2 makan atau listrik bagi penerangan kios2….lumpurnya, gunakan utk memupuk tanaman di halaman, Jadilah Green Market……..kami memiliki kalkulasi, instalasi diatas kapasitas 20 m3/ hari, sangat menguntungkan guna dioperasikan secara komersial

  9. elok sekali jika pasar membangun instalasi Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk mengolah sampahnya langsung hasilkan bahan bakar bagi warung2 makan atau listrik bagi penerangan kios2….lumpurnya, gunakan utk memupuk tanaman di halaman, Jadilah Green Market……..kami memiliki kalkulasi, instalasi diatas kapasitas 20 m3/ hari, sangat menguntungkan guna dioperasikan secara komersial

  10. Sangat menarik sekali sebagai energi alternatif, cuman nilai ekonomis harga instalasinya lumayan juga cukup mahal dgn kapasitas rada terbatas atau kapasitas besar harganya cukup tinggi juga bisa mencapai ratusan juta selain pembuatannya rada2 rumit atau perlu keahlian dan pelatihan khusus baik pembuatan mapin perawatan, mungkin solusinya harus dibarengi kekuatan masa pakai agar rad ekonomis , keuntungan yang lain jelas mengatsai problema sampah ,penghasil pupuk juga bisa jadi pakan ikan .Sangat menguntungkan jika persedian BBM dan bahan bakar lain benar langka dan mahal alat ini cocok untuk keperluan home Industri atau pertanian. Cukup tertarik apalagi jika sudah menguasai teknologi pembuatan dan cara penggunaannya.Terima kasih pak sukses semoga ada cara penyempurnaan agar lebih terjangkau dan mudah.

Komentar ditutup.